Kegiatan keagamaan merupakan salah satu bentuk pembiasaan positif yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan membentuk karakter murid di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dibimbing untuk meningkatkan keimanan, memperkuat ketakwaan, serta membiasakan diri menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan keagamaan pada pagi hari menjadi langkah awal yang baik untuk mengawali aktivitas pembelajaran dengan hati yang tenang, pikiran yang positif, dan semangat dalam menuntut ilmu.
Kegiatan keagamaan pagi hari diawali dengan pembacaan zikir bersama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memulai berbagai aktivitas di sekolah. Zikir menjadi sarana untuk mengingat kebesaran Allah SWT, mensyukuri nikmat yang telah diberikan, serta memohon perlindungan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Melalui pembacaan zikir bersama, murid diajak untuk sejenak menenangkan hati dan memusatkan perhatian kepada hal-hal yang membawa kebaikan. Di tengah berbagai kesibukan dan tantangan yang dihadapi, mengingat Allah SWT dapat menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan petunjuk, pertolongan, dan rahmat-Nya. Kebiasaan berzikir juga diharapkan dapat membantu menumbuhkan sikap rendah hati, sabar, serta kesadaran untuk senantiasa menjaga perilaku dalam berinteraksi dengan orang lain.
Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan zikir bersama juga mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kedisiplinan. Seluruh peserta belajar mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib, menghargai suasana ibadah, serta menjaga kekhusyukan selama kegiatan berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang religius, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Setelah pembacaan zikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan murid kelas IX F. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana yang tenang dan khidmat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembiasaan untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an sekaligus mengingatkan pentingnya menjadikan kitab suci tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Pembacaan Al-Qur’an tidak hanya bertujuan untuk melatih kemampuan membaca ayat-ayat suci dengan baik, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam. Di dalam Al-Qur’an terdapat berbagai tuntunan mengenai keimanan, akhlak, kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, serta hubungan yang baik dengan sesama manusia. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk ditanamkan sejak dini agar murid mampu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Keterlibatan perwakilan murid dalam kegiatan ini juga memberikan kesempatan untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri. Dengan tampil di hadapan warga sekolah, murid belajar mempersiapkan diri, menjalankan tanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap kemampuan diri sekaligus memotivasi murid lainnya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Sukatmo, S.Pd., M.Pd. Seluruh peserta menyimak lantunan ayat-ayat suci dengan penuh perhatian. Momen ini menjadi kesempatan bagi warga sekolah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Melalui kegiatan tersebut, murid diharapkan dapat memahami bahwa membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang perlu dibiasakan secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan ketika mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah. Kebiasaan membaca Al-Qur’an dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menyediakan waktu setiap hari untuk membaca beberapa ayat, mempelajari maknanya, dan berusaha menerapkan pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Lebih dari itu, kegiatan membaca Al-Qur’an juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak perlu berjalan beriringan. Murid diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun sikap jujur, santun, bertanggung jawab, menghormati guru, menyayangi teman, dan menjaga hubungan baik dengan keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, nilai
Setelah kegiatan zikir bersama, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan dari kelas 9F. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, kegiatan diteruskan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Sukatmo, S.Pd., M.Pd. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mendengarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.
Setelah rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an selesai, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Bapak Syarif Aminuddin, S.Ag. dengan judul “Cobaan dalam Kehidupan dan Keutamaan Kesabaran.” Tausiah tersebut memberikan pesan penting mengenai berbagai ujian yang dihadapi manusia dalam kehidupan serta pentingnya bersabar, berikhtiar, dan tetap bertawakal kepada Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.
Melalui rangkaian kegiatan keagamaan ini, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat agar setiap orang senantiasa membiasakan diri untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, serta menerapkan nilai-nilai kesabaran dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan keagamaan pagi hari tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter yang berakhlak mulia, disiplin, dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.
