Pembiasaan Jam Ke-0: Kegiatan Kerohanian Islam dan Non-Islam di SMP Negeri 2 Giritontro
Giritontro, Jumat, 11 September 2026 — SMP Negeri 2 Giritontro kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan jam ke-0 yang diisi dengan kegiatan kerohanian Islam dan non-Islam. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan positif bagi seluruh siswa sebelum memulai kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membentuk karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan kerohanian Islam, acara dipandu oleh dua siswa dari kelas 8F yang bertugas sebagai pembawa acara (MC), yaitu Raditiya Kevin Pratama dan Afrilio Eza Pratama. Keduanya memandu jalannya kegiatan dari awal hingga kegiatan tausiah dengan tertib dan lancar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tartil Al-Qur’an Juz 30 yang dibawakan oleh Zilvana Zabatul Zalwa. Pembacaan Al-Qur’an tersebut dilengkapi dengan saritilawah yang disampaikan oleh Suci Zaskia Kurnia Dewi. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tenang dan penuh perhatian. Pembacaan Al-Qur’an diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an serta membiasakan siswa untuk membaca dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Setelah pembacaan tartil Al-Qur’an dan saritilawah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin oleh Bapak Sukatmo, S.Pd., M. Pembacaan Asmaul Husna menjadi salah satu kegiatan untuk mengingat dan mengenal nama-nama Allah SWT. Dengan kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh perwakilan kelas 9F. Dalam tausiah tersebut, disampaikan materi mengenai zina dan pentingnya menjaga diri dari berbagai perilaku yang tidak pantas. Materi ini diberikan sebagai pengingat kepada para siswa agar mampu menjaga sikap, perkataan, pendengaran, penglihatan, serta keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam tausiah tersebut dijelaskan beberapa bentuk zina dalam konteks menjaga diri dari perilaku yang tidak baik, yaitu:
- Zina mata, yaitu sengaja melihat sesuatu yang tidak pantas.
- Zina telinga, yaitu sengaja mendengarkan hal-hal yang tidak pantas.
- Zina lisan, yaitu berkata-kata atau menggoda dengan ucapan yang tidak pantas.
- Zina tangan, yaitu menyentuh orang lain dengan cara yang tidak pantas.
- Zina hati, yaitu membayangkan atau menginginkan hal-hal yang tidak pantas.
Materi tausiah tersebut memberikan pesan penting kepada siswa untuk selalu berhati-hati dalam bergaul dan menggunakan media sosial. Siswa diajak untuk menjaga diri, menghormati orang lain, serta menghindari perkataan maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, siswa juga diingatkan agar menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang positif.
Kegiatan kerohanian tidak hanya ditujukan bagi siswa yang beragama Islam. Siswa yang beragama non-Islam juga melaksanakan kegiatan kerohanian masing-masing di ruang IFP. Hal ini menunjukkan adanya sikap saling menghormati dan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menjalankan kegiatan keagamaannya sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan kerohanian Islam dan non-Islam pada pembiasaan jam ke-0 berlangsung dengan tertib. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik bagi seluruh warga sekolah. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan kerohanian juga dapat membantu membentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, dan mampu menjaga diri dalam pergaulan.

Dengan adanya pembiasaan seperti ini, SMP Negeri 2 Giritontro berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan kerohanian dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakatGiritontro, Jumat, 11 September 2026 — SMP Negeri 2 Giritontro kembali melaksanakan kegiatan pembiasaan jam ke-0 yang diisi dengan kegiatan kerohanian Islam dan non-Islam. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembiasaan positif bagi seluruh siswa sebelum memulai kegiatan pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membentuk karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan kerohanian Islam, acara dipandu oleh dua siswa dari kelas 8F yang bertugas sebagai pembawa acara (MC), yaitu Raditiya Kevin Pratama dan Afrilio Eza Pratama. Keduanya memandu jalannya kegiatan dari awal hingga kegiatan tausiah dengan tertib dan lancar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tartil Al-Qur’an Juz 30 yang dibawakan oleh Zilvana Zabatul Zalwa. Pembacaan Al-Qur’an tersebut dilengkapi dengan saritilawah yang disampaikan oleh Suci Zaskia Kurnia Dewi. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tenang dan penuh perhatian. Pembacaan Al-Qur’an diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an serta membiasakan siswa untuk membaca dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Setelah pembacaan tartil Al-Qur’an dan saritilawah, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin oleh Bapak Sukatmo, S.Pd., M. Pembacaan Asmaul Husna menjadi salah satu kegiatan untuk mengingat dan mengenal nama-nama Allah SWT. Dengan kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh perwakilan kelas 9F Agustina kirani. Dalam tausiah tersebut, disampaikan materi mengenai zina dan pentingnya menjaga diri dari berbagai perilaku yang tidak pantas. Materi ini diberikan sebagai pengingat kepada para siswa agar mampu menjaga sikap, perkataan, pendengaran, penglihatan, serta keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiah tersebut dijelaskan beberapa bentuk zina dalam konteks menjaga diri dari perilaku yang tidak baik, yaitu:
- Zina mata, yaitu sengaja melihat sesuatu yang tidak pantas.
- Zina telinga, yaitu sengaja mendengarkan hal-hal yang tidak pantas.
- Zina lisan, yaitu berkata-kata atau menggoda dengan ucapan yang tidak pantas.
- Zina tangan, yaitu menyentuh orang lain dengan cara yang tidak pantas.
- Zina hati, yaitu membayangkan atau menginginkan hal-hal yang tidak pantas.
Materi tausiah tersebut memberikan pesan penting kepada siswa untuk selalu berhati-hati dalam bergaul dan menggunakan media sosial. Siswa diajak untuk menjaga diri, menghormati orang lain, serta menghindari perkataan maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, siswa juga diingatkan agar menggunakan waktu dan kesempatan yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang positif.
Kegiatan kerohanian tidak hanya ditujukan bagi siswa yang beragama Islam. Siswa yang beragama non-Islam juga melaksanakan kegiatan kerohanian masing-masing di ruang IFP. Hal ini menunjukkan adanya sikap saling menghormati dan memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menjalankan kegiatan keagamaannya sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan kerohanian Islam dan non-Islam pada pembiasaan jam ke-0 berlangsung dengan tertib. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik bagi seluruh warga sekolah. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan kerohanian juga dapat membantu membentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, dan mampu menjaga diri dalam pergaulan.
Dengan adanya pembiasaan seperti ini, SMP Negeri 2 Giritontro berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Diharapkan nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan kerohanian dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Penulis Khanaya Amandari (Jurnalistik)
